TRIBUNNEWS: Armala Jadi Orang Pertama Indonesia Peraih Gelar Master of Productivity Specialist dari APS

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Founder dan President Human Plus Institute, Armala  mencatatkan dirinya sebagai orang Indonesia pertama yang mendapatkan sertifikat internasional ‘Master of Productivity Specialist (MPS)’ dari Association of Productivity Specialist (APS).

APS sendiri merupakan organisasi global yang melakukan evaluasi kinerja serta menerbitkan sertifikat bagi para konsultan manajemen di seluruh dunia.

Ditemui usai menerima lisensi MPS di Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (8/11/2018), Armala mengatakan, raihan ini tidaklah mudah karena ada beberapa penilaian.

Armala juga menambahkan, capaian prestasi MPS yang diraihnyadipersembahkan khusus bagi keluarga, sahabat, serta klien dan terutama bangsa Indonesia.

Dalam dunia manajemen konsultan,  tambah Armala ada tiga kasta, yang pertama Amerika dan Eropa, kasta kedua Asia Timur, dan Indonesia serta negara Asia Tenggara lainnya ada di kasta terakhir.

“Hari ini dengan raihan sertifikat MPS berarti saya berhasil membuktikan bahwa bangsa Indonesia bisa sejajar dengan bangsa-bangsa yang sudah maju di dunia,’ kata Armala yang sudah 16 tahun menjalani  karir sebagai konsultan manajemen

Board of Director APS, Bob Jacobson turut menambahkan, pemberian gelar MPS ini tentunya merupakan pencapaian luar biasa.

“Untuk meraih sertifikasi MPS ini, seseorang pakar spesialis produktivitas harus memiliki pengalaman minimal 14 tahun serta menyelesaikan minimal 10 projek improvement dengan berbagai kualifikasi yang cukup rumit,” katanya.

Indonesia, kata dia wajib berbangga memiliki Armala yang kami nilai memenuhi berbagai standar tersebut.

“Selain menjadi orang Indonesia pertama yang meraih MPS, Armala juga merupakan satu dari Sembilan orang diseluruh dunia yang menerima sertifikasi MPS sepanjang tahun 2018,” ungkap Bob.

Sumber: http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/11/09/armala-jadi-orang-pertama-indonesia-peraih-gelar-master-of-productivity-specialist-dari-aps

Leave a Reply

*