Artikel

Pepatah lama mengatakan, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Lalu, jika sudah kenal, selanjutnya apa dan bagaimana cara membuat sayang dan cinta? Selanjutnya yaitu membentuk kesan pertama agar timbul benih-benih cinta. Pertama-tama akan kita ulik terlebih dahulu mengenai pandangan pertama. Pandangan pertama dapat menjadi awal sebuah rasa, awal sebuah pertemuan, dan awal sebuah kisah. Anda dapat melihat seseorang pertama kali dan merasa dapat berteman baik dengannya, atau malah sebaliknya. Wah, jangan pada salah fokus dulu ya. Disinilah pentingnya membentuk kesan pada pandangan pertama. Yang akan membentuk kesan pertama ini, bukanlah anda sebagai pemilik usaha, akan tetapi Tim Pelayan anda, merekalah yang akan berkomunikasi langsung dengan konsumen. Dengan demikian, anda harus benar-benar memastikan bahwa Tim Pelayan anda telah mengerahkan seluruh kemampuannya agar mendapat like & respect dari konsumen. Like & respect ini yang akan mengantarkan anda memiliki pelanggan yang tetap.

Jika berbicara tentang Bank, apa yang akan anda ingat pertama kali? Apakah penampilan karyawannya yang menarik ataukah keramahannya? Kesan pertama yang terlintas di benak anda merupakan salah satu hal yang sangat penting. Ketika anda pergi ke Bank untuk menyetorkan tabungan, lalu Teller tidak menyapa anda dengan ramah dan malah cenderung mengernyitkan muka, bagaimanakah perasaan anda? Hal tersebut mencerminkan bagaimana pelayanan yang mereka lakukan bisa sukses mencuri hati anda atau sebaliknya. Layanan konsumen yang buruk seringkali menjadi titik yang dapat merubah opini konsumen terhadap usaha anda. Tentu saja, untuk penyetoran selanjutnya, anda akan sangat malas untuk pergi ke Bank tersebut, atau bahkan anda akan setor tunai saja di ATM. Sama halnya dengan bisnis kuliner, ketika di restoran anda, menunya cukup variatif, pengaturan mejanya indah dan suasana restoran menyenangkan, akan tetapi jika layanan yang diberikan buruk, maka konsumen akan mengingatnya dan mungkin tidak akan kembali. Kemungkinan lainnya yaitu konsumen akan memberitahukan orang-orang disekitarnya untuk tidak pergi atau memesan di restoran anda. Kesan yang buruk tersebut akan menyebabkan restoran anda merugi dan mempunyai citra yang buruk. Pada dasarnya setiap manusia memiliki ego masing-masing dimana ingin diperlakukan sebaik mungkin, ingin dianggap penting, dan ingin mendapatkan perhatian. Ketika hal tersebut tidak terpenuhi atau bahkan terabaikan, maka anda harus bersiap-siap untuk kehilangan like & respect dari konsumen anda. Akibatnya, restoran anda yang biasanya ramai maka akan menjadi sepi pelanggan. Apakah udah mendapatkan like & respect ini dapat dilatih? Ya, sdm anda harus dilatih dan dikembangkan.

Jika anda mengalami dua kasus diatas, maka sudah saatnya anda introspeksi diri dan mengidentifikasi masalah yang ada. Tim pelayanan adalah ujung tombak tempat usaha anda. Karena merekalah yang akan berhubungan langsung dengan pelanggan. Bisa saja masalah yang timbul pada tempat usaha anda dikarenakan pelayanan yang diberikan oleh Tim Pelayan bukanlah pelayanan yang prima. Apasih pelayanan yang prima itu? Pelayanan prima yaitu melakukan pelayanan sebaik mungkin kepada para pelanggan atau konsumen sehingga menimbulkan rasa yang puas sehingga perusahaan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Selain itu, bagaimanasih cara mendapatkan kepuasan pelanggan sehingga kita dapat memperoleh repeat order. Nah untuk penjelasan lebih lanjut, akan kita bahas di DSE nya Human Plus. (https://shop.humplus.com/produk/delivering-service-excellence/).

Sebelum kita sibuk menyalahkan dan mengeluhkan tentang tim pelayan, maka ada baiknya jika kita memberi mereka pelatihan sdm agar mereka dapat bekerja sesuai dengan standar yang baik. Karena sibuk menyalahkan dan mengeluh tidak akan menyelesaikan apapun. Mari kita diskusi saja agar menghasilkan solusi yang solutif, benar tidak?

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment