Artikel

Saat ini, bisnis kuliner menjadi salah satu bisnis yang paling banyak di minati pelaku bisnis di Indonesia. Hal ini dikarenakan, bisnis kuliner termasuk bisnis dengan profit yang besar dan juga banyak diminati masyarakat di era globalisasi. Selain itu, gaya hidup masyarakat yang meningkat dengan kebiasaan untuk membeli makanan di restoran dengan tujuan lebih efisien, untuk pertemuan dengan rekan bisnis, mengadakan acara spesial dengan keluarga, kerabat maupun teman dan lain-lain. Disamping itu, makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup. Berdasarkan hal tersebut, akibatnya, pertumbuhan restoran di berbagai kota dengan berbagai konsep yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumennya semakin menjamur. Oleh sebab itu, untuk mengatasi persaingan antar pelaku bisnis maka pelaku bisnis harus menentukan strategi pemasaran yang berorietasi kepada konsumen. Untuk mengetahui kepuasan pelanggan dapat melalui kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Kepuasan pelanggan adalah sebagai perasaan suka/tidak suka seseorang terhadap suatu produk setelah membandingkan prestasi produk tersebut dengan harapannya. Pelanggan yang puas adalah pelanggan yang akan berbagi kepuasan dengan produsen atau penyedia jasa. Bahkan, pelanggan yang puas akan berbagi rasa dan pengalaman dengan pelanggan lain. Oleh karena itu, baik pelanggan maupun konsumen akan sama-sama diuntungkan apabila kepuasan terjadi.

Pernahkah anda ketika berkunjung ke suatu restoran, misalnya warung soto. Hari ini, anda menyimpulkan bahwa rasa soto tersebut sudah sangat pas baik dari segi rasa, banyaknya porsi, ataupun komposisi isinya. Keesokan harinya saat anda akan sarapan soto kembali, anda terkejut karena kuahnya yang sangat sedikit, sedangkan pagi ini cuacanya mendung dan sudah sangat pas untuk sarapan soto. Namun, anda masih berpikir positif, mungkin saja karena masih pagi sehingga stok kuahnya belum terlalu banyak. Kemudian, minggu depannya anda kembali ke warung soto tersebut. Lalu, apa yang terjadi? Anda disajikan soto dengan rasa yang sangat asin. Apakah anda akan melanjutkan makan anda? Kesalahan-kesalahan diatas sepertinya terlihat sangat sepele, namun jika dibiarkan secara terus-menurus, apa yang akan terjadi? Ya, benar sekali, anda akan kehilangan pelanggan anda akibat ketidak konsistenan anda dalam menyajikan satu buah mangkok soto. Setelah kehilangan pelanggan, anda akan kehilangan pemasukan. Hal ini tentu merupakan mimpi buruk untuk usaha anda.

Lantas bagaimana agar tersebut tidak terjadi?  Pada umumnya, hal tersebut terjadi karena produk anda tidak memiliki standar sehingga komposisi resepnya berlebih atau kurang dan mempengaruhi rasa dari setiap produk itu sendiri. Jika pada kasus diatas, kita akan membuat standar terkait komposisi bihun, kol, tauge, ayam, daun bawang, kuah, dan komposisi terkait bumbu-bumbu. Lalu apakah ketika sudah mempunyai standar, hal tersebut tidak dapat terulang kembali? Belum tentu. Hal tersebut bisa saja terjadi apabila anda terlalu sering mengganti karyawan. Sumberdaya manusia atau karyawan yang sering berganti akan menimbulkan masalah yang baru, apakah itu? Ya, benar, anda akan mendapatkan PR lagi untuk melatih karyawan anda. Tentu hal tersebut akan membuang waktu anda.

Penjelasan lebih mendetail terkait cara mengontrol dan mengelola sumberdaya restoran dengan benar, kemudian cara menilai performa outlet akan dibahas secara rinci di XOXS Human Plus. (Pelatihan Online Xcellent Outlet with Xcellent Operation system). Setelah anda mendapatkan penjelasan terkait materi diatas, akan ada pula sesi diskusi, dimana peserta diberi kesempatan untuk sharing terkait bisnis yang sedang dijalani sehingga tidak hanya mendapatkan materi, tetapi peserta akan mendapatkan pendampingan dan pengembangan sdm atas bisnis yang dikelolanya selama ini.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment