Seni Memimpin

Kepemimpinan pertama-tama adalah tentang sikap, baru kemudian tentang keterampilan. Karena itu dasar dari kepemimpinan adalah kualitas individu, seperti: integritas, kejujuran, kerendahan hati, keberanian, komitmen, ketulusan, kearifan, kepekaan, rasa percaya diri, dan lain-lain. Sehingga tidak heran kalau banyak orang yang akan lebih menghargai pemimpin yang bisa dipercaya daripada keahlian yang mereka miliki. Bawahan kita melihat apa yang kita lakukan dan bagaimana kita berperilaku, bukan dari banyaknya konsep dan teori kepemimpinan yang kita kuasai.

Kepemimpinan itu muncul dalam banyak gaya berbeda. Gaya pribadi seorang pemimpin mungkin tepat untuk situasi tertentu, tapi mungkin keliru untuk situasi yang lain. Karena itu kita harus fleksibel untuk menggunakan gaya kepemimpinan yang berbeda dalam situasi yang beragam dengan tetap memusatkan perhatian dalam pemberdayaan tim.

Gaya kepemimpinan di masa lalu, yang sangat mendominasi dan sangat menonjolkan otoritas, mungkin sudah tidak cocok lagi diterapkan pada masa kini yang lebih menekankan pada peran melayani. Coba perhatikan dalam lingkungan terkecil kita. Masih ingatkah bagaimana orang tua kita dulu memperlakukan (memimpin) kita dalam keluarga? Bandingkan dengan kondisi saat ini.

Apakah cara kita mendidik dan memimpin anak-anak kita saat ini, sama dengan apa yang dilakukan oleh orang tua kita dulu. Tidak bukan? Kira-kira apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, jika cara kita mendidik mereka dengan cara-cara yang sama, seperti yang dilakukan oleh orang tua kita dulu?

Leave a Reply

*