Mengapa Mencari Manager Yang Handal Itu Sulit ?

Mencari manajer yang mempunyai kualifikasi “baik” itu sulit adalah suatu ironi yang sangat memprihatinkan ditengah menumpuknya jutaan orang penganggur di negeri ini. Tak heran kalau kemudian banyak perusahaan yang lebih suka “membajak” para manajer handal dari perusahaan lain. Karena mereka tidak perlu repot-repot lagi mengajari atau melatihnya hingga menjadi manajer yang efektif.

Manajer yang Efektif adalah mereka yang mengerti FUNGSI dan PERAN-nya,
serta bisa menjalankan TUGAS dan TANGGUNG JAWAB-nya dengan baik

Sebenarnya untuk bisa menjadi manajer yang efektif itu gampang, sangat gampang. Bahkan karena saking gampangnya, banyak sekali manajer yang cenderung meremehkannya. Sikap meremehkan inilah yang menjadi penyebab awal, mengapa mereka menjadi seperti itu. Mestinya mereka tidak meremehkan hal-hal yang kecil, karena sesungguhnya dari yang kecil inilah sesuatu yang besar berawal. Jika seseorang tidak pernah mengurusi hal yang kecil, maka dia tidak akan mampu mengurusi hal yang besar. Warren Buffet seorang investor kawakan dari Amerika Serikat, pernah berkata : “stupid in small stupid in big” jika bertindak bodoh dalam hal remeh akan membuatmu ceroboh dalam hal besar.

Pada kenyataannya, sangat jarang ditemukan seseorang yang mempersiapkan dirinya menjadi manajer, jauh-jauh hari sebelum dia dipromosikan atau diangkat menjadi manajer. Kebanyakan dari mereka baru belajar ilmu manajer (baca: manajemen) saat mereka benar-benar telah diangkat secara formal menjadi manajer. Sebagian diantaranya bahkan ada yang sudah tidak mau lagi belajar. Mereka beranggapan bahwa ia bisa menjadi manajer karena dirinya pandai dan kompeten, sehingga merasa tidak perlu lagi belajar.

Seorang PELAKSANA yang HEBAT tidak akan secara OTOMATIS menjadi seorang SUPERVISOR yang HEBAT. Begitu juga SUPERVISOR yang HEBAT tidak akan otomatis menjadikannya seorang MANAJER HEBAT.

Dari pengamatan yang dilakukan,  menemukan beberapa faktor penyebab utama yang membuat mereka tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Faktor-faktor ini penulis kategorikan atas tiga hal berikut ini :

  1. Mereka TIDAK TAHU tugas dan tanggung jawab-nya sebagai seorang manajer. Sehingga mereka tidak mengetahui terhadap apa yang harus dilakukannya
  2. Mereka TIDAK PAHAM atau TIDAK MENGERTI terhadap fungsi dan peran-nya sebagai manajer. Sehingga mereka hanya melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan atasannya saja
  3. Mereka TIDAK SERIUS dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Dari sini menyimpulkan bahwa faktor penyebab utama yang membuat mereka tidak menjalankan fungsinya dengan baik, adalah karena minimnya pengetahuan yang dimiliki, rendahnya keterampilan yang dikuasai, dan buruknya attitude yang mereka miliki. Ketiga faktor ini penulis kelompokan dan disebut sebagai KOMPETENSI DASAR.

Mereka yang tidak tahu dan tidak paham, ini berhubungan dengan knowledge dan skills, sedangkan mereka yang tidak serius, berkenaan dengan attitude. Maka dari itu , para manager dan business owner pun perlu di tingkatkan knowledge dan skills nya .

MANAGER 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MANAGER 3MANAGER 2

 

 

 

 

 

Bagaimana Menjadi Manager Kelas Dunia, 2 April 2016 @Santika Slipi Jakarta 

TESTIMONI

Al Arif (CEO PT.Mesin Maksindo) : “Praktis dan Mudah Diterapakan bagi manager dan juga wajib diketahui oleh business owner. 

pelatihanmanager

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bp. Alex : “Workshop How To Be The World Class Manager , LUAR BIASA berguna. Terima Kasih Pak Armala dan HumanPlus”

trainingmanagement

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bp. Erik : “Menginspirasi & Pencerahan sekaligus mengoreksi atas pola sikap dan pikir yang keliru untuk menjadi manager kelas dunia” 

pelatihansupervisor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akan di adadakan kembali , Public Trainingg :

Bagaimana Menjadi Manager Kelas Dunia 

27 Mei 2016 

karena seat kami batasi. Hanya yang mendaftar terlebih dahulu akan kami utamakan.
Hub : 08111 99 395/ info@humplus.com 

 

Leave a Reply

*