Melatih Kepemimpinan

Buku sistematis pertama tentang kepemimpinan, ditulis oleh Xenophon tiga ribu tahun yang lalu. Dan hingga kini sudah ada ribuan buku tentang kepemimpinan. Semua buku yang ada memungkinkan orang untuk belajar bagaimana caranya menjadi pemimpin, namun buku-buku tersebut masih saja tetap gagal dalam memformulasikan bagaimana untuk menciptakan para pemimpin baru yang hebat.

Mengajarkan kepemimpinan melalui tulisan ataupun pelatihan sangatlah tidak mudah. Tetapi bukan berarti kemudian kita tidak perlu lagi belajar kepemimpinan. Walau bagaimanapun, kita tidak akan bisa memimpin dengan sukses tanpa mengetahui bagaimana caranya memimpin yang efektif.

Melatih kepemimpinan bukanlah menunjukan kepada Anda “cara menyuruh orang” atau “cara memerintah mereka dengan ancaman dan janji-janji”, melainkan tentang cara memandang orang, lingkungan dan keadaan. Dwight Eisenhower, mengatakan: “Anda tidak bisa memimpin rakyat dengan memukuli mereka. Itu namanya penyerangan, bukan kepemimpinan. Saya lebih suka membujuk (dalam arti positif) seseorang untuk memberi dukungan, karena begitu mengambil keputusan, dia takkan berubah pikiran. Jika saya menakutinya, dia tetap akan mendukung selama ia masih merasa ketakutan”.

Beberapa orang mengatakan bahwa pemimpin sudah berbakat memimpin sejak lahir. Namun penelitian membuktikan bahwa ini salah. Pemimpin tidaklah dilahirkan melainkan diciptakan. Mereka menjadi pemimpin karena mereka belajar untuk memimpin, baik secara sadar (sengaja belajar kepemimpinan) maupun tidak sadar (talenta yang berkembang karena lingkungannya yang mendukung). Mereka muncul menjadi pemimpin tidak secara instant, melainkan karena proses pembelajaran yang terus menerus.

Sesungguhnya hampir setiap orang bisa menjadi pemimpin dan diantaranya berpotensi menjadi pemimpin yang hebat, hanya saja banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkannya dengan baik. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, misalnya oleh diri yang bersangkutan sendiri, atau karena faktor lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat yang tidak mendukung, dsb.

Jadi, kalau kita ingin menjadi manajer atau supervisor yang memiliki pengaruh, kita harus memiliki pengetahuan tentang kepemimpinan yang cukup, agar kita tahu bagaimana cara mengembangkan kepemimpinan kita sendiri dan kemudian mempraktekan-nya. Karena kepemimpinan itu bukanlah pengetahuan (hal-hal yang perlu diketahui) namun merupakan sebuah keterampilan (hal yang perlu dikuasai).

Kunci penguasaan kepemimpinan yang efektif adalah: Berlatih, berlatih dan berlatih !

Leave a Reply

*